Eks Direktur Keuangan PT Asuransi Jasindo Dituntut 4 Tahun Penjara

  • Bagikan
ILUSTRASI. KPK (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT. Asuransi Jasindo, Solihah dituntut empat tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia diyakini jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlibat korupsi terkait kegiatan fiktif agen PT Jasindo dalam penutupan Closing Asuransi (Oil) dan Gas pada BP Migas-KKKS tahun 2010-2012 dan tahun 2012-2014.

“Menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan. Menuntut pida empat tahun penjara, denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan,” kata Jaksa KPK membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/12).

Bekas pejabat PT. Asuransi Jasindo itu juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.918.749.382,90. Apabila tidak membayar uang pengganti tersebut paling lama satu bulan setelah putusan memeroleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda disita untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Bila tak memiliki harta benda yang mencukupi maka diganti pidana selama enam bulan,” ucap Jaksa.

Dalam perkara yang sama, pemilik PT. Ayodya Multi Sarana, Kiagus Emil Fahmy Cornain dituntut pidana lima tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan. Jaksa KPK meyakini, Solihah bersama Kiagus menikmati aliran korupsi kegiatan fiktif pada agen PT. Asuransi Jasindo.

  • Bagikan