Kaliadem dan Titik Gempa Bantul

  • Bagikan

Perjalanan kami lanjutkan ke Dusun Kaliadem, Kecamatan Cangkringan untuk melihat Bunker Kaliadem di kaki Merapi. Ini tentang bencana Merapi, empat tahun sebelumnya, 2006, khususnya kisah dua relawan yang memilih bersembunyi di bunker ketika Merapi mulai erupsi.

Sepanjang jalan menuju bunker, masih terdapat beberapa bangunan akibat bencana. Sebagian ditinggalkan pemiliknya. Dindingnya penuh lumut. Boleh jadi satu kaluarga sudah meninggal dunia. Namun tidak sedikit bangunan baru. Tidak ada bekas pernah tertimbun awan dan lava panas.

Bunker tersebut dibangun pada 2001 untuk melindungi warga dari awan panas. Setahun setelah diresmikian, 16 Juni 2006, Merapi erupsi. Para relawan berteriak menghalau penduduk agar segera menyelamatkan diri. Tak satu pun penduduk memilih masuk bunker. Penduduk terus berlari melewati jalur evakuasi mencari posisi aman.  Kedua relawan tersebut memilih bergegas masuk ke dalam bunker menyelamatkan diri. Namun sayang, bukan awan panas yang meluncur dari Merapi namun lava panas setebal tiga meter. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan kedua relawan itu di dalam bunker -- yang sebagian konstruksinya terbuat dari baja.

Bila melihat luasnya, bunker itu dapat menampung 40 orang. Terdapat satu kamar mandi di sisi kiri pintu masuk dan bilik kecil untuk menyimpan cadangan makanan di sisi kanan. Konstruksi bunker itu lumayan kukuh. Sebagian terbuat dari baja.

            Butuh tiga hari dengan menggunakan ekskavator untuk menggali bunker tersebut. Lapisan lava yang sudah mengeras menutupi permukaan lubang dan permukaan bunker tersebut setinggi tiga meter. Kedua relawan ditemukan tewas dengan sekujur tubuh melepuh hingga organ dalam. Satu ditemukan di tengah bunker, satu di bak mandi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan