Kaliadem dan Titik Gempa Bantul

  • Bagikan

Usai gempa beredar kabar, akan datang tsunami. Masyarakat panik dan terus berlari ke arah kota Yogyakarta. Getaran gempa tentu dirasakan juga oleh warga di bagian utara, yakni kawasan Merapi. Warga mengira getaran itu pertanda Merapi akan meletus. Terlebih sebelumnya gunung itu sering meletup kecil. Maka warga dari kawasan Merapi pun bergegas masuk ke Yogya.

Yogyakarta bertumpuk pengungsi. Riuh-rendah. Apa yang terjadi kemudian, kawanan penjarah beraksi. Ternak-ternak di kaki Merapi diangkut sepenuh truk. Sapi dan kambing disikat. Demikian pula di Bantul, rumah-rumah dijarah. Sebagian warga apes dua kali. Sudah tertimpa gempa, dijarah pula.

Warga kemudian tersadar, kata Gilang, mereka panik dan termakan isu tsunami. Bantul adalah wilayah yang terbentengi bukit. Maka bila ada gelombang tsunami dari arah Laut Selatan, kecil kemungkinan sampai ke Bantul.  

Kami meninggalkan kawasan itu dengan kendaraan yang melaju. Membayangkannya saja sudah sangat ngeri. Kami mengejar azan subuh. Ingin segera bersujud kepada-Nya. Benar, tidak sejengkal tanah pun di permukaan bumi ini yang aman dari bencana. (*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan