Meski Wasit Dianiaya Pemain, PSSI Pastikan Kompetisi Tak Terganggu

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Meski penyidik dari Polres Enrekang telah menetapkan enam orang tersangka dalam penganiayaan wasit, bukan berarti ajang Final Liga 3 Sulawesi Selatan itu harus berhenti karena kasus itu.

Ketua Asprov PSSI Sulsel, Andi Erwin Hatta, memastikan, ajang sepakbola bergengsi di Tanah Air itu dipastikan tetap berjalan. Meski enam pemain dari klub PS Nenek Mallomo Sidrap jadi tersangka, tak menghalangi klub lain untuk terus bertanding.

“Kompetisi tetap jalan. Ini tidak menjadi program yang menggangu perjalanan kompetisi. Masa karena kejadian ini, kejuaraan ini berhenti,” katanya saat ditemui, Selasa (28/12/2021).

Menurutnya, selisih paham di dalam dunia sepakbola adalah hal yang lumrah. Asalkan tidak sampai melanggar pidana.

“Biasalah kalau kasus di lapangan. Hal biasa. Tapi yang seperti ini, baru ini yang terjadi. Iya terparah sampai dijahit itu wasit,” tambahnya.

Kata dia, wasit yang diketahui bernama Ramli itu saat ini sedang menjalani masa penyembuhan di rumahnya, Kabupaten Gowa atas insiden yang ia alami tersebut.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, atas penganiayaan terhadap wasit Final Liga 3 Sulawesi Selatan, di Kabupaten Enrekang, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu saja. Sanksi bagi pemain yang melakukan penganiayaan itu juga menanti dari pihak Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulsel.

  • Bagikan