10 Ribu Penumpang Meninggalkan Kota Surabaya, Kemenhub Sampaikan Ini

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jumlah warga yang bepergian dengan kapal terus bertambah. Petugas posko Nataru di Pelabuhan Tanjung Perak mencatat ada 10.000 penumpang yang meninggalkan Kota Surabaya sejak Jumat (17/12). Kemenhub pun meminta pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) diperketat.

Instruksi untuk memperketat pengawasan disampaikan rombongan Kemenhub yang berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Tidak hanya pengecekan dokumen, pemerintah pusat juga mengingatkan pentingnya layanan tes Covid-19 dan vaksinasi.

Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Kemenhub Chris Kuntadi menjelaskan, Tanjung Perak merupakan pintu keluar masuk utama masyarakat Jatim. Karena itu, mobilitas masyarakat harus dipantau ketat. ’’Kami meminta adanya tes Covid-19 secara acak untuk memastikan kesehatan penumpang,’’ kata Chris.

Dia melanjutkan, posko Nataru sebenarnya sudah berjalan maksimal. Layanan vaksinasi tak boleh berhenti selama mobilitas masih tinggi. ’’Kolaborasi antarinstansi amat penting. Kami berharap Tanjung Perak jadi contoh pelabuhan lainnya,’’ tambah Chris.

Posko Nataru di pelabuhan bakal diperpanjang hingga 7 Januari. Kebijakan itu diambil seiring tingginya mobilitas masyarakat. Posko juga dibuka untuk melayani arus balik pasca pergantian tahun. (jpg/fajar)

  • Bagikan