Pelaksanaan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19, Pengamat Pendidikan Universitas Paramadina Beri Nilai B

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pada tahun 2021, sejumlah kebijakan telah dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pengamat Pendidikan Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto pun memberikan evaluasi atas pelaksanaan pendidikan di Tanah Air.

Salah satu hal yang patut disyukuri adalah bertahannya pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Meskipun terhalang pandemi, kegiatan belajar mengajar wajib berlangsung agar kehilangan kesempatan belajar tidak makin lebar.

“Yang positif bahwa kita survive di masa pandemi, masih ada sekolah dan pendidikan berjalan. Dengan segala kekurangan kita masih terus melakukan proses pembelajaran,” tutur dia kepada wartawan, Kamis (30/12).

Hal hebat lain dalam dunia pendidikan adalah minimnya kasus klaster sekolah. Menurutnya, ini terjadi karena pengelolaan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang telah berjalan belangsung dengan baik.

“Kemudian tidak ada kejadian yang luar biasa dalam hal klaster sekolah, artinya anak-anak kita aman secara kesehatan. Itu dua hal positif bahwa kita survive di masa pandemi, sekolah masih berdiri tegak,” jelasnya.

Sementara hal yang menjadi nilai minus terkait dengan masih kurangnya perhatian kepada wilayah-wilayah yang termarjinalkan. Mereka merupakan kelompok yang mengalami kerugian paling besar akibat pandemi.

“Berdasarkan studi merugikan kelompok marjinal, itu bukan fenomena Indonesia saja, tapi dunia, ini berat karena PJJ belajar daring, jangkauan mereka tidak dapat listrik dan sinyal, mereka menjadi korban dan berdampak besar bagi anak-anak di daerah marjinal itu,” tambah Totok.

  • Bagikan