Selama Tahun 2021, Kominfo Temukan 2048 Isu Hoaks Covid-19

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi mengatakan, menjelang tutup tahun 2021, tantangan masih dihadapi Indonesia, terutama dalam hal menekan persebaran COVID-19 dan melawan varian baru, Omicron. Untuk itu, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat diperlukan, termasuk ikut menghentikan beredarnya hoaks dan disinformasi terkait COVID-19.

“Kurang dari 2 hari lagi kita akan melangkah menuju tahun 2022. Tentu kita memiliki harapan agar diri kita, lingkungan kita, serta dunia dapat menjadi lebih baik dari yang sebelumnya di tahun yang akan datang. Namun, di saat yang bersamaan berbagai tantangan masih harus kita hadapi,terutama tantangan dalam menekan angka persebaran COVID-19 yang masih belum saja tuntas setelah 2 tahun lamanya,” papar Dedy dalam Siaran Pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Kamis (30/12/2021).

Terlebih, ujarnya, saat ini Indonesia terus berjuang bersama melawan Omicron, yang hanya dalam waktu kurang dari 1 bulan kasusnya telah mencapai angka persebaran sebanyak 68 kasus. “Para tenaga kesehatan terus melakukan upaya maksimal dalam menekan angka persebaran COVID-19.

Pemerintah pun juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan penanganan COVID-19 di seluruh daerah di Indonesia agar masyarakat dapat terus produktif berkegiatan dengan aman dan nyaman,”ujarnya.

Sampai saat ini, diakui Dedy, masih ada masyarakat yang menghiraukan bahaya COVID-19 dengan tidak mematuhi protokol kesehatan. Tidak sedikit pula masyarakat yang masih tidak ingin divaksin karena takut akan efek samping yang ditimbulkan. Ini semua salah satunya diakibatkan berbagai informasi tidak benar yang tersebar di ruang digital.

  • Bagikan