Catatan Akhir Tahun 2021, Fadli Zon: Demokrasi Memburuk Karena Oligarki Jokowi

  • Bagikan
Fadli Zon

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon memberikan catatan akhir tahun 2021. Salah satu yang paling disorot adalah kondisi demokrasi.

“Di periode kedua pemerintahan Presiden @jokowi , terutama sepanjang 2021 ini, penggunaan kata “oligarki” terus meningkat dalam berbagai diskusi publik di tanah air,” tulis Fadli dikutip Fajar.co.id di akun Twitter @fadlizon, Jumat (31/12/2021).

Legislator DPR RI itu mengatakan berdasarkan laporan beberapa lembaga, indeks demokrasi Indonesia justru merosot, termasuk ancaman kembalinya otoritarianisme. Mulai dari LP3ES, The Economist Intelligence Unit (EIU), Varieties of Democracy (V-Dem) Institute, serta IDEA (International Institute for Democracy and Electoral Assistance).

“Kehidupan demokrasi dan hukum di Indonesia memang kian merosot. Semua catatan tadi tentu saja cukup ironis, mengingat tujuh tahun lalu naiknya Presiden @jokowi oleh sejumlah pengamat dianggap sbg sesuatu yg menjanjikan bagi masa depan politik Indonesia,” kata Fadli.

Selama ini, kata Fadli, anggapan jika Presiden Jokowi tidak memiliki kaitan dengan rezim-rezim pemerintahan sebelumnya justru berbanding terbalik dengan kenyataannya. Oligarki justru semakin menancapkan kukunya.

“Laporan lembaga-lembaga tadi menunjukkan penurunan signifikan, bukan hanya pada kebebasan sipil, politik, budaya dan fungsi pemerintahan, tetapi juga dalam isu pluralisme. Namun, titik sentral isu kemunduran demokrasi di Indonesia memang terkait kebebasan sipil,” jelas Fadli Zon.

Mulai dari laporan The Economist Intelligence Unit, misalnya, Indeks Demokrasi mencatat skor terendah dalam 14 tahun terakhir. Indonesia tercatat menduduki peringkat 64 dari 167 negara dengan skor 6,48.

  • Bagikan