KPK Dalami Aliran Uang Korupsi kepada Pejabat Kemendagri

  • Bagikan
ILUSTRASI. KPK (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa pegawai PT. Waskita Karya, Anjar Kuswijanarko dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Minahasa, Sulawesi Utara pada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) tahun anggaran 2011. Dia didalami terkait dokumen pengadaan hingga aliran uang ke pejabat di Kemendagri.

Selain Anjar Kuswijanarko, tim penyidik KPK juga turut memeriksa mantan pegawai PT Waskita Karya, Tukijo dan seorang PNS, M. Rizal. Pemeriksaan terhadap ketiga saksi tersebut dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, pada Kamis (30/12).

“Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk beberapa pihak di Kemendagri. Para saksi juga dikonfirmasi mengenai berbagai dokumen pengadaan dalam proyek dimaksud,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (31/12).

Dalam kasus ini KPK menetapkan tersangka baru yakni, mantan Kepala Divisi Konstruksi VI PT. Adhi Karya (Persero) Dono Purwoko dan mantan Direktur Operasi PT Waskita Karya, Adi Wibowo sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menjerat tersangka kepada mantan pejabat Kemendagri, Dudy Jocom.

Kasus ini bermula pada awal tahun 2010, diadakan pertemuan terkait adanya rencana pengadaan dan pekerjaan pembangunan gedung kampus IPDN di beberapa lokasi di Indonesia, yang salah satunya di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, perusahaan konsultan, dan perusahaan kontraktor, yang salah satunya adalah PT. Adhi Karya.

  • Bagikan