Kuasa Hukum Khoiruddin Aritonang Minta Edy Rahmayadi Meminta Maaf secara Terbuka

  • Bagikan
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat diwawancarai beberapa waktu lalu di rumah dinasnya di Jalan Jenderal Sudirman Medan. Foto: Finta Rahyuni/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Pelatih Biliar Khoiruddin Aritonang melalui kuasa hukumnya Teguh Syuhada meminta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengakui kesalahannya karena diduga telah mempermalukan kliennya di depan orang banyak.

Oleh karena itu, Coki meminta Edy Rahmayadi meminta maaf secara terbuka yang bisa disaksikan oleh masyarakat. “Kalau Pak Edy berbesar hati dan mengakui kesalahannya, meminta maaf secara terbuka. Kenapa meminta secara terbuka karena perbuatan itu juga dilakukannya (Edy Rahmayadi) secara terbuka di depan umum,” ujar Kuasa Hukum Coki Aritonang, Teguh Syuhada dari Koalisi advokat Menolak Arogansi Sumatera Utara (KAMASU), Jumat (31/12).

Teguh mengatakan insiden tersebut menyisakan luka mendalam bagi pria yang akrab dipanggil Coki itu dan juga keluarganya. “(Edy) Melakukan permohonan maaf atas apa yang dilakukan kepada Khoiruddin Aritonang dan keluarganya,” jelas Teguh.

Atas kasus ini, pihak Coki telah melayangkan somasi kepada eks Pangkostrad itu, Kamis (30/12) sekitar pukul 13.00 WIB.

Teguh berharap Edy Rahmayadi mempunyai iktikad baik untuk meminta maaf secara terbuka kepada Coki Aritonang. Mantan Ketua PSSI diberikan kesempatan 1×24 jam untuk meminta maaf. “Kami berikan waktu satu kali 24 jam sejak surat ini diterima,” ujar Teguh.

Menurut Teguh, jika Edy Rahmayadi tak juga merespons maka akan melaporkan tindakan mantan Panglima Kodam Bukit Barisan itu ke Polda Sumatera Utara.

  • Bagikan