Mantan Kepala KPP Bantaeng Wawan Ridwan Kembali Dijerat Pasal TPPU

  • Bagikan
KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bantaeng Sulawesi Selatan, Wawan Ridwan (WR) sebagai tersangka. Kali ini, Wawan Ridwan dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sangkaan pencucian uang terhadap Wawan Ridwan ditetapkan setelah ditemukan kecukupan alat bukti. Wawan diduga telah mengalihkan uang hasil tindak pidana korupsi terkait pemeriksaan perpajakan pada Direktorat Jenderal Pajak ke sejumlah aset, salah satunya disinyalir untuk bangun usaha.

“Benar, tim penyidik saat ini telah mengembangkan proses penyidikannya pada dugaan tindak pidana lain yaitu tindak pidana pencucian uang (TPPU),” kata pelakasana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Jumat (31/12).

“Diduga tersangka WR antara lain melakukan penempatan maupun mengubah bentuk uang korupsi yang diterimanya dalam bentuk beberapa aset,” lanjutnya.

Lembaga antirasuah sebelumnya memang sempat mengungkap adanya aliran uang dugaan suap yang digunakan Wawan Ridwan untuk membangun usaha. Wawan Ridwan diduga membangun usaha dari uang hasil suap terkait pemeriksaan nilai pajak para wajib pajak.

Tim penyidik KPK juga telah menyita sejumlah aset Wawan yang diduga dari hasil suap tersebut. Hal tersebut disita untuk menjadi alat bukti TPPU tersebut.

“Aset-aset yang diduga milik tersangka tersebut, saat ini telah dilakukan penyitaan oleh tim penyidik,” tegas Ali.

  • Bagikan