Mazhab Hanafi Tegas Melarang Memindahkan Kuburan, Kecuali …

  • Bagikan
Petugas Makam merawat makam pasien Covid - 19 yang baru dimakamkan berapa hari terakhir di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Jumat (17/7/2020). Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah sebanyak 1.462 orang pada Jumat (17/7), sehingga total menjadi 83.130 orang. Dari jumlah tersebut, 41.834 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 3.957 orang meninggal dunia. SP/Joanito De Saojoao.

FAJAR.CO.ID — Saat ini permasalahan tentang pemindahan makam menjadi perbincangan hangat di sosial media.

Pasalnya ramai pemberitaan tentang makam Vanesa Angel yang ingin dipindahkan oleh ayahnya. Sang ayah ingin memindahkan makam Vanesa Angel ke dekat makam almarhumah ibunya.

Padahal, makam Vanesa Angel berada dalam 1 liang lahat dengan sang suami yang meninggal bersamaan. Lalu bagaimana Islam memandang pemindahan jenazah yang sudah dikuburkan?

Dalam Islam, pemindahan makam hukumnya haram sebelum mayat menjadi hancur. Sedangkan ada juga yang memperbolehkan pemindahan makam dengan beberapa alasan yaitu:

Mahzab Maliki memperbolehkan pemindahan makam dengan beberapa syarat yakni tidak ada kerusakan pada tubuh mayat, tidak menurunkan martabat mayat, dan pemindahan makam tersebut dilakukan atas dasar kemaslahatan.

Mahzab Hanafi secara tegas melarang pemindahan makam kecuali dengan beberapa alasan yaitu, jika ada sangkut pautnya dengan  hak adami.

Seperti, ada perhiasan yang jatuh di dalamnya, dikafani dengan kain curian, atau ada harta yang ikut tertimbun bersama jenazah. Meskipun, dalam Mahzab Hanafi, hanya satu dirham saja.

Selain itu ada juga sebab-sebab syar’i yang memperbolehkan pemindahan makan dengan beberapa hal yaitu, air kotor yang merembes ke dalam kuburan, makam yang berada di dekat sungai dan hampir hilang terkikis oleh air sungai.

Tapi terlepas dari semua itu sebaiknya anda tidak memindahkan makam tanpa alasan yang jelas.

  • Bagikan