Afrika Selatan Lewati Puncak Omicron, Klaim Angka Kematian Rendah

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, AFRIKA SELATAN – Pemerintah Afrika Selatan mengklaim bahwa negara itu sudah berhasil melalui puncak gelombang Covid-19 varian Omicron. Data dari Kementerian Kesehatan Afsel menunjukkan bahwa negara itu telah melewati puncak Omicron tanpa lonjakan besar dalam kematian.

Meski memberikan harapan namun negara lain tetap diimbau hati-hati dalam bergulat dengan varian tersebut. Afsel bahkan menghadapi lonjakan gelombang kempat yang cepat.

“Gelombang keempat yang digerakkan oleh Omicron naik, memuncak dan kemudian menurun sangat mengejutkan,” kata Dewan Penelitian Medis Afrika Selatan Fareed Abdullah seperti dilansir dari New York Times, Minggu (2/1).

“Puncaknya dalam empat minggu dan penurunan tajam dalam dua minggu lagi. Gelombang Omicron ini berakhir di kota Tshwane. Dan peningkatan kematian selama periode itu kecil,” tambahnya.

Beberapa ilmuwan dengan cepat meramalkan pola yang sama di tempat lain. “Kita akan menghadapi Januari yang sulit, karena kasus akan terus naik dan memuncak, dan kemudian turun dengan cepat,” kata Ahli epidemiologi Universitas Washington yang merupakan mantan ilmuwan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Ali Mokdad.

Meskipun sejumlah kasus masih akan membanjiri rumah sakit, semua ilmuwan berharap proporsi kasus yang dirawat di rumah sakit akan lebih rendah daripada gelombang sebelumnya. Omicron, pertama kali diidentifikasi di Botswana dan Afrika Selatan pada akhir November. Lalu dengan cepat menjadi dominan di Afrika Selatan

  • Bagikan