Kemendikbudristek Klaim KIP Kuliah Merdeka Disambut Luar Biasa Masyarakat

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Abdul Kahar mengeklaim KIP Kuliah Merdeka mendapatkan tanggapan luar biasa dari masyarakat.

Hal itu setelah Kemendikbudristek mengubah skema KIP Kuliah Merdeka dengan memberikan bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Perubahan skema tersebut berlaku bagi mahasiswa baru yang menerima KIP kuliah pada 2021.

“Program KIP kuliah merdeka tahun 2021 disambut luar biasa oleh masyarakat,” kata Abdul Kahar, Minggu (2/1).

Dia menyebutkan kepuasan masyarakat itu tergambar dari hasil survei LSI. Berdasarkan survei, secara umum program Merdeka Belajar adalah program yang populer di kalangan penerima KIP kuliah merdeka maupun pimpinan perguruan tinggi.

Mayoritas (83,1 persen) mengetahui program tersebut dan hampir semuanya (91 persen) menilai pelaksanaannya secara positif. Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menyampaikan pihaknya menggunakan metode random sampling dan jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 267 responden.

Wawancara juga dilakukan menggunakan telepon oleh pewawancara yang sudah terlatih. “Program KIP kuliah juga dinilai positif dan mendapatkan apresiasi yang tinggi, baik dari segi kemanfaatannya maupun prosesnya,” kata Djayadi.

Survei juga membuktikan peningkatan besaran biaya hidup dinilai sudah memadai dan memperhatikan dengan baik keadilan antarwilayah. Komponen terbesar biaya hidup menurut para responden adalah biaya tempat tinggal dan biaya makan. Selain itu, biaya uang kuliah tunggal (UKT) yang disediakan juga dinilai sudah memadai. Pengeluaran biaya pendidikan paling besar mencakup kuota internet, bahan kuliah, alat pembelajaran, dan biaya praktikum.

  • Bagikan