Komnas HAM Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Masyarakat Adat di Sekitar Danau Toba

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap masyarakat adat di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Dugaan pelanggaran HAM yang diadukan ke Komnas HAM berupa sengketa lahan, kriminalisasi, dan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) di enam kabupaten/kota.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mochammad Choirul Anam menyampaikan, telah mengambil beberapa keterangan dan berbagai bukti di daerah Desa Natumingka, Kabupaten Toba; dan Desa Sihaporas, Kabupaten Simalungun. Anam yang juga turun ke lokasi menyampaikan bahwa itu adalah proses awal dari rencana pemantauan dan penyelidikan dari berbagai peristiwa dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di sana.

”Sebelum turun langsung ke lokasi, kami telah melakukan pendalaman terkait berbagai aduan dugaan pelanggaran HAM antara masyarakat adat dan PT TPL selama 10 tahun terakhir. Setelah kami ke lapangan, ternyata tidak hanya enam kabupaten saja yang terdampak, namun kurang lebih ada dua belas kabupaten yang diduga terdampak oleh aktivitas PT TPL,” kata Anam dalam keterangannya, Senin (3/1).

Anam menjelaskan, kehadiran Komnas HAM tidak hanya melihat dugaan pelanggaran HAM, namun juga penegakan hukumnya agar tidak ada tindakan diskriminatif dalam prosesnya. Anam meminta kepada semua pihak untuk ikut mengawal dan bekerja sama agar peristiwanya menjadi terang.

  • Bagikan