KPK Klaim Peningkatan Pengembalian Aset Senilai Rp80 Miliar pada 2021

  • Bagikan
Juru bicara KPK, Ali Fikri.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bakal terus mengupayakan pengembalian aset negara dari penanganan kasus korupsi. KPK yang kini dikomandoi Firli Bahuri mengklaim, mengalami peningkatan pengembalian aset senilai Rp 80 miliar atau 27 persen pada 2021.

“Asset recovery KPK tahun 2021 mengalami peningkatan, jika kita bandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 80 miliar atau 27 persen,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (3/1).

Ali mengklaim, pihaknya secara terus-menerus konsisten mengoptimalkan pengembalian aset atau asset recovery melalui pendekatan strategi penindakan. Asset recovery ini sebagai wujud sumbangsih KPK kepada pembangunan nasional.

“Karena asset recovery KPK akan menjadi PNBP (penghasilan negara bukan pajak) sebagai salah satu sumber pembiayaan negara dalam membangun bangsa, negara, demi mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, pihaknya telah menyetorkan uang dari perkara korupsi ke kas negara sebanyak Rp107 miliar pada 2014. Lalu, pada 2015 menyetorkan uang Rp 193 miliar ke kas negara.

Kemudian, KPK menyetorkan Rp 335 miliar ke kas negara pada 2016. Selanjutnya, pada 2017 lembaga antirasuah menyetorkan senilai Rp 342 miliar ke kas negara.

Lembaga antikorupsi juga menyetorkan Rp600 miliar ke kas negara pada 2018. Bahkan, pada 2019 KPK menyetorkan uang Rp 468 miliar ke kas negara.

  • Bagikan