PRBM Eijkman Dilebur ke BRIN, Mardani PKS: Terlihat Amburadulnya Manajemen Pemerintah

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Biologi Molekuler Eijkman berintegrasi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Lembaga itu kini telah berganti nama menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman.

Usai kabar terintegrasinya Lembaga tersebut ke BRIN, para peneliti Eijkman mengunggah foto pamit undur diri dari lembaga tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan selama 33 tahun Lembaga Eijkman berkiprah dalam pengembangan penelitian Biologi Molekuler Kesehatan & Obat di Indonesia dan dunia. Mari jaga spirit & etos kerja dimanapun kita berada,” tulis keterangan dalam foto yang diunggah pada Minggu (2/1/2022).

Hal tersebut mendapatkan sorotan sejumlah pihak, salah satunya dari politisi PKS, Mardani Ali Sera.

Mardani menyebut peleburan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ke BRIN adalah bukti amburadulnya manajemen pemerintah.

“Amburadulnya manajemen pemerintah terlihat di sini. Pegawai yang berstatus non-PNS terancam kehilangan pekerjaan. Mengingat banyak syarat berliku yang perlu dipenuhi jika mau memindahkan karir sebagai peneliti biologi molekuler ke BRIN,” ucap Mardani dilansir dari twitter pribadinya, Selasa (4/1/2022).

Lebih lanjut, Mardani menambahkan jika hal seperti ini terus dilakukan oleh pemerintah, maka tidak menutup kemungkinan orang-orang pintar di Indonesia akan memilih berkarir di luar negeri.

“Bagi mereka yang hanya ingin berbakti kepada negeri melalui penelitiannya, didepak dari lembaga yang sudah jadi ‘rumah’ merupakan hal yang membingungkan. Jadi wajar jika publik melihat hal ini sebagai salah satu penyebab banyak orang pintar Indonesia yang mencari ekosistem riset yang lebih baik di luar negeri,” lanjut Mardani.

  • Bagikan