Tampil di Publik, Tiga Oknum TNI Peragakan Aksi Membuang Korban ke Sungai

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID — Kasus kecelakaan berujung pembunuhan di Nagreg, Kabupaten Bandung, direkonstruksi, Senin (3/1/2021). Untuk kali pertama, tiga anggota TNI-AD yang menjadi tersangka kasus tersebut tampil di hadapan publik. Mereka adalah Kolonel Inf Priyanto, Kopda Andreas D.A., serta Koptu Achmad.

Kegiatan itu mengundang perhatian banyak orang. Orang tua korban juga menyaksikan adegan demi adegan yang ditunjukkan pelaku. Jajang, ayah Salsabila (korban), mengaku sakit hati melihat rentetan adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. “Teu kiat, Pak. Saloyong kaditu kadieu ningali pelakuna. (Tak kuat, Pak. Sempoyongan lihat pelakunya, Red). Tos ditangani hukum (Sudah saya serahkan ke hukum). Ga bisa kukumaha, anak saya kasihan,” ujar Jajang. “Ibunya lagi nangis,” lanjutnya.

Pantauan Radar Bandung, tiga tersangka yang kepalanya plontos itu mengenakan baju tahanan warna kuning. Tangan mereka diborgol. Proses rekonstruksi hanya berlangsung tak sampai 10 menit. Rekonstruksi diawali saat tiga tersangka naik mobil Isuzu Panther hitam bernopol B 300 Q.

Di lokasi kejadian mobil tersebut menabrak motor yang dikendarai Handi Saputra dan Salsabila. Tabrakan itu membuat Handi tergeletak di jalan. Sedangkan Salsabila terperangkap di bawah mobil.

Adegan selanjutnya, dua anggota TNI turun dari mobil untuk mengecek keadaan korban. Mereka kemudian membopong korban yang tak sadarkan diri ke pinggir jalan. Setelah itu korban dinaikkan ke dalam mobil. Salsabila dimasukkan ke mobil melalui pintu tengah, sedangkan Handi lewat pintu belakang.

  • Bagikan