Minum Obat Kuat Bagi Suami Hukumnya Haram?

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sebagian suami mengonsumsi obat kuat seperti ramuan telur, madu dan jahe atau obat-obatan sejenisnya menjadi pilihan agar hubungan ranjangnya menjadi berkualitas sehingga istri merasa puas.

Islam sebagai rahmatan lil alamin juga mengatur soal penggunaan obat kuat. Seperti apa pandangan Islam terkait hal ini?

Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha dalam karyanya I’ânatuth Thâlibîn menyebutkan, meminum obat kuat dengan tujuan supaya kuat dalam bersenggama dengan istri, hukumnya sunnah.

Selama menggunakan obat yang diperbolehkan secara medis dan dengan tujuan yang baik seperti menjaga keluarga supaya tetap romantis dan mendapatkan keturunan.

Selain itu, hubungan ranjang yang berkualitas dinilai menjadi salah satu faktor suami untuk kian dicintai. Sedangkan suami dianjurkan melakukan ikhtiar supaya dicintai istrinya.

“Dan disunnahkan bagi lelaki menggunakan media yang bisa memperkuat tubuh dengan obat-obatan yang diperkenankan namun harus dengan memperhatikan aturan-aturan medis serta mempunyai tujuan yang baik, seperti menjaga keharmonisan keluarga dan keturunan. Karena hal tersebut merupakan media supaya lelaki tetap dicintai istrinya. Oleh karena itu sebaiknya lelaki memang dicintai istrinya. Banyak masyarakat yang tidak menggunakan obat kuat tersebut. Akhirnya senggamanya menghasilkan bahaya yang cukup besar.” (Abu Bakar bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi, I’ânatuth Thâlibîn, [Dârul Fikr, 1997], juz 3, halaman 316) seperti dikutip dari situs NU Online, Rabu (5/1/2022).

  • Bagikan