PTM 100 Persen di DKI Jakarta, Ahmad Sahroni Dorong Terus Genjot Vaksinasi

  • Bagikan
Sejumlah orang tua murid menjemput anaknya usai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Labu 01, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah mulai hari Senin (3/1). Relaksasi kebijakan ini sesuai dengan kondisi PPKM Level 1 yang diterapkan di Jakarta. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah secara resmi melaksanakan proses pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen di seantaro Jakarta. Dukungan pun datangan dari berbagai kalangan. Salah satunya Anggota DPR asal DKI Jakarta Ahmad Sahroni.

Sahroni mengatakan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa pembelajaran tatap muka sangat dibutuhkan, mengingat sudah hampir dua tahun anak-anak belajar online. Di sisi lain, beliau juga menegaskan pentingnya keamanan dan keselamatan para peserta didik maupun pengajarnya.

“Tentu proses pembelajaran tatap muka secara full ini sudah ditunggu-tunggu oleh para siswa maupun para pengajar, namun kita tidak bisa memungkiri, keselamatan siswa dan pengajar harus nomor satu,” ujar Sahroni kepada wartawan, Rabu (5/1).

Legislator Partai Nasdem menambahkan, di DKI Jakarta sendiri kasus Omicron terus mengalami peningkatan sementara cakupan vaksinasi hingga dosis kedua untuk usia anak sekolah juga masih rendah.

“Karena itu, saya mendorong pihak Pemprov untuk terus gas vaksinasi, pastikan vaksinasi siswa dan pengajar sampai 100 persen sambil meningkatkan tracing atas kasus-kasus Pmicron yang ditemukan,” katanya.

Sahroni mengatakan meski sejauh ini belum ditemukan klaster Omicron di sekolah-sekolah, namun pihak Pemprov DKI harus betul-betul melakukan monitoring secara ketat, demi memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

“Pastinya protokol harus terus berjalan dan dari pihak Pemprov harus betul-betul melakukan evaluasi dan monitoring secara rutin dan berkala. Jadi perkembangan apapun itu terkait pandemi, kita bisa sigap dan cepat dalam mengambil tindakan,” ungkapnya.

  • Bagikan