Polda NTB Tangkap Penyalur PMI ke Malaysia secara Ilegal, Ini Besaran Setoran yang Ditetapkan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MATARAM – Pilihan warga Bumi Gora, Nusa Tenggara Barat (NTB) merantau ke negeri jiran, Malaysia, secara ilegal, ternyata ada penyebabnya.

Selain lebih mudah mencari pekerjaan di Malaysia, biaya masuk ke negeri seberang itu tidak terlalu mahal. Murahnya biaya masuk Malaysia terungkap setelah Polda NTB menangkap seorang penyalur berinisial MU alias Long, beberapa waktu lalu.

Menurut Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Hari Brata, berdasar keterangan MU alias Long, satu kali biaya pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia antara Rp 6 – 10 juta. “Jadi bukan korban yang dibayar, melainkan korban yang membayar,” ujar Kombes Hari Brata.

Dengan menyerahkan uang Rp 6-10 juta, warga NTB mendapatkan kemudahan untuk bekerja sebagai PMI di luar negeri.

Uang itu, kata dia, memuluskan PMI ilegal bekerja di luar negeri tanpa harus mengikuti prosedur resmi sesuai aturan pemerintah. “Jadi tidak perlu repot bagi PMI menjalani prosedur pembuatan paspor, visa, ‘medical check-up’, itu semua tidak ada,” ujarnya.

Untuk mempermudah PMI bekerja di negeri orang, tanpa harus kejar-kejaran dengan otoritas keamanan setempat, Long membuatkan mereka kartu identitas penduduk Malaysia.

“Itu makanya kenapa kasus PMI ilegal atau TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) ini tidak akan terungkap kalau tidak ada korban. Karena memang sulit mengidentifikasi,” ucap Kombes Hari Brata.

  • Bagikan