Soal Pengakuan Ferdinand, Sekjen PKR: Kalau Mualaf, Apa Boleh Menghina Allah?

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID — Kasus kicauan berbau SARA dari Ferdinand Hutahaean memasuki babak baru. Kini polisi telah meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kasus cuitan di Twitter berbau SARA ini dilaporkan oleh Ketua Umum KNPI Haris Pertama ke Bareskrim Polri.

Sekretaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Yos Nggarang merasa heran dengan pengakuan mualaf Ferdinand Hutahaean tersebut.

Sebab, pengakuan mualaf itu belum disertai dengan pengakuan bersalah atas kicauan “Allahmu lemah”.

“Mestinya mengakui salah dulu baru mengakui mualaf,” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Jumat (7/1).

Terlepas dari pengakuan mualaf tersebut, Yos Nggarang menekankan bahwa hal itu tidak akan mengubah apa-apa. Kasus hukumnya tetap harus berlanjut, apalagi sudah membuat kegaduhan publik.

“Lantas kalau Lae mualaf, apa boleh menghina Allah? Makin lucu aja kau Lae, siapa penasehatmu?” sindirnya.

Seperti diketahui, pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean akan diperiksa Bareskrim Mabes Polri pada hari Senin (10/1) terkait kicauan “Allahmu lemah”.

Kabar ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

“Ya betul, infonya Senin diperiksa,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/1).

Status penanganan perkara cuitan Ferdinand Hutahaean tentang ‘Allahmu ternyata lemah’ sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan pada Kamis (6/1/2022).

Di satu sisi, Ferdinand Hutahaean sudah mengaku menerima surat panggilan dari polisi dan siap memenuhi panggilan.

  • Bagikan