Nasehat Gus Dur: Tindakan Pemimpin Harus Atas Pertimbangan Kemaslahatan

  • Bagikan
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah berkata, tindakan pemimpin terhadap rakyat itu harus didasarkan atas pertimbangan kemaslahatan.

Arti sederhananya adalah pemimpin yang dipilih, dan sudah terpilih maka fungsi pemimpin itu adalah agar bagaimana pemimpin itu bisa memakmurkan rakyat, memberikan kemaslahatan untuk rakyat.

Tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) Masduki Baidlowi menyebut ada dua prinsip demokrasi yang dibangun oleh Gus Dur yaitu demokrasi prosedural, dan demokrasi substansial.

Sayangnya bangsa Indonesia hingga saat ini baru bisa mengaplikasikan demokrasi prosedural.

“Prinsip demokrasi yang dibangun oleh Gus Dur sampai saat ini tercapai itu baru tingkat demokrasi yang sifatnya prosedural. Demokrasi prosedural itu apa? Artinya kita dipilih, memilih. Memilih bupati, memilih wali kota, memilih anggota DPR, memilih Presiden, dan seterusnya,” ungkap Masduki Baidlowi dilansir dari tayangan Pemikiran Gus Dur tentang Demokrasi pada Youtube NU Online, Sabtu (8/1/2022).

Menurutnya demokrasi yang lebih penting adalah seperti yang diperankan oleh Gus Dur yaitu demokrasi substansial.

“Demokrasi substansial itu apa, demokrasi yang orientasinya itu sebagaimana dalam kaidah fiqih disebutkan, dan Gus Dur sering mengatakan Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah (Tindakan pemimpin terhadap rakyat itu harus didasarkan atas pertimbangan kemaslahatan,” ujarnya.

Jadi, lanjut Cak Duki, demokrasi prosedural sudah jalan, tapi demokrasi substansial itu belum terealisasi, ini cita-cita Gus Dur. Warga NU punya kewajiban untuk agar demokrasi substansial itu terealisasi, harus diperjuangkan. (dra/fajar)

  • Bagikan