Tak Hanya Varian Omicron, Warga AS Juga Terpapar Flurona

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID — Kasus flurona yaki terkena flu dan Covid-19 pada saat yang sama, memicu kekhawatiran di tengah merebaknya varian Omicron.

Kasus pertama ditemukan pada ibu hamil di Israel. Di satu sisi, Amerika Serikat yang sedang berjuang menghadapi lonjakan varian Omicron juga melaporkan kasus flurona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada Desember melaporkan bahwa kasus flu di AS naik. Otoritas kesehatan di sejumlah negara bagian termasuk California, Texas, dan Kansas telah melaporkan kasus flurona setelah kasus juga muncul di Israel pada 2021.

Flurona bukanlah penyakit tersendiri, dan bukan semacam varian baru. Kasus orang yang terkena flu dan Covid-19 pada saat yang sama dilaporkan hingga Februari 2020, seperti laporan The Atlantic.

Hanya saja, para ahli bertanya-tanya apakah koinfeksi (gabungan) virus seperti ini dapat menyebabkan gejala yang lebih, dibandingkan dengan hanya tertular satu infeksi. Satu studi dari Juli 2021 menemukan bahwa terkena flu dapat membuat orang lebih rentan terhadap cedera paru-paru selama koinfeksi.

“Seperti yang sering terjadi selama pandemi, lebih banyak data diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas,” kata profesor mikrobiologi dan imunologi di University of Iowa dr. Stanley Perlman kepada Newsweek.

Apa saja gejalanya?

Covid-19 dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan menyebabkan orang menular lebih lama. Menurut CDC, gejala umum Covid-19 dan flu termasuk demam atau merasa demam atau menggigil, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, kelelahan, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri otot atau nyeri tubuh, sakit kepala, muntah dan diare, dan perubahan atau hilangnya rasa atau bau.

  • Bagikan