Kericuhan di Kazakhstan Berlanjut, Presiden Kassym-Jomart Tokayev Perintahkan Pasukan Keamanan Menembak Pengunjuk Rasa

  • Bagikan
Sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja terlihat di dekat kantor wali kota selama aksi protes yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar di Almaty, Kazakhstan, 5 Januari 2022. (ANTARA/Reuters)

FAJAR.CO.ID, KAZAKHSTAN — Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memerintahkan pasukan keamanan untuk ‘menembak atau membunuh’ pengunjuk rasa tanpa peringatan. Kassym-Jomart Tokayev mengatakan hingga 20 ribu pendemo telah menyerang ibu kota Almaty dan menghancurkan properti negara pasca buntut kenaikan harga BBM.

Ia bahwa dia telah mengizinkan penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa ketika tindakan keras terhadap pengunjuk rasa meningkat secara dramatis. “Mereka yang tidak menyerah akan tersingkir,” tegasnya dalam pidatonya seperti dilansir dari Sky News, Minggu (9/1).

Presiden telah meminta bantuan aliansi militer pimpinan Rusia. Dia mengatakan pasukan penjaga perdamaian telah tiba di Kazakhstan dari Rusia dan negara-negara tetangga untuk memastikan keamanan. Pasukan dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, aliansi Rusia, Belarus, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan telah dikerahkan. Sekitar 2.500 penjaga perdamaian sedang dikirim

“Jumlah itu bisa meningkat,” kata sekretaris jenderal aliansi itu kepada kantor berita Rusia RIA.

Dalam pidatonya, Tokayev juga berterima kasih kepada Presiden Vladimir Putin serta para pemimpin Tiongkok, Uzbekistan dan Turki. Rusia dan negara lain sudah memberikan bantuan dalam memadamkan pemberontakan.

“Negosiasi apa yang dapat dilakukan dengan penjahat, pembunuh?,” katanya.

Pada hari Jumat, 26 pengunjuk rasa telah tewas selama kerusuhan, sementara 18 terluka dan lebih dari 3.000 orang telah ditahan sementara lebih dari 700 luka-luka. Kazakhstan telah mengalami protes jalanan paling keras sejak negara itu memperoleh kemerdekaan tiga dekade lalu.

  • Bagikan