Polres Pacitan Sebut Penangkapan Tujuh Ekor Lumba-lumba Diduga Jenis Moncong Panjang Tidak Ada Unsur Kesengajaan

  • Bagikan
Petugas gabungan saat menggeledah kapal nelayan yang diduga membawa tangkapan lumba-lumba dari perairan Pacitan, sabtu (8/1/2022) (ANTARA/HO - Humas Polres Pacitan)

FAJAR.CO.ID, PACITAN – Polres Pacitan menyampaikan hasil penyidikan kasus penangkapan tujuh ekor lumba-lumba diduga jenis moncong panjang (long-beaked common dolphin) tidak ada unsur kesengajaan.

“Kesimpulan itu mengacu pada keterangan para terperiksa. Kejadian tersebut (sama sekali) di luar kesengajaan,” kata Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Minggu (9/1).

Ada empat orang yang sudah diperiksa. Satu berstatus nakhoda atau juru mudi dan tiga lainnya merupakan anak buah kapal.

Keempatnya mengaku bahwa tidak semua lumba-lumba yang tertangkap jaring purse seine mereka mati. Dari tujuh ekor yang tersangkut jaring, empat di antaranya masih hidup dan segera dilepasliarkan kembali ke laut lepas. Kendati begitu, pemeriksaan atas kasus dugaan penangkapan dan pembunuhan satwa dilindungi itu dipastikan masih akan berlanjut.

Ada 23 ABK lain yang sedianya bakal dipanggil tim penyidik di Satreskrim Polres Pacitan untuk dikonfrontasi terkait dengan keterangan masing-masing saksi. Pemeriksaan atas kasus tersebut tidak hanya dilakukan pihak kepolisian, tetapi juga melibatkan sejumlah tenaga ahli dari lembaga terkait, seperti BKSDA dan Dinas Perikanan Pacitan.

Kasus penangkapan tujuh ekor lumba-lumba di Perairan Pacitan mencuat dan menjadi konten viral setelah diunggah di media sosial.

Dalam unggahan video itu, tujuh ekor lumba-lumba itu berada di atas geladak kapal dalam kondisi sudah mati. Pengambil gambar diduga salah satu ABK pada kapal yang sempat digerebek tim gabungan Polair, TNI AL, dan jajaran Polres Pacitan pada Sabtu (8/1).

  • Bagikan