Update Korban Kerusuhan Kazakhstan: 164 Orang Mati, Termasuk 16 Polisi

  • Bagikan
Sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja terlihat di dekat kantor wali kota selama aksi protes yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar di Almaty, Kazakhstan, 5 Januari 2022. (ANTARA/Reuters)

FAJAR.CO.ID, ALMATY- Sebanyak 164 orang, termasuk gadis berusia empat tahun, tewas dalam protes yang menandai kerusuhan terburuk Kazakhstan sejak bekas republik Soviet itu memperoleh kemerdekaan 30 tahun lalu.

Angka itu mengutip Kementerian Kesehatan, dan merupakan peningkatan signifikan dari total yang diumumkan sebelumnya.

Tidak jelas apakah jumlah itu hanya merujuk pada warga sipil atau juga memasukan kematian penegak hukum. Pihak berwenang Kazakh mengatakan 16 anggota polisi atau petugas nasional juga telah tewas.

Kantor Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengatakan ketertiban telah dipulihkan di negara Asia Tengah itu. Pemerintah juga telah mendapatkan kembali kendali atas semua bangunan yang diambil alih oleh para pengunjuk rasa.

Tembakan sporadis terdengar pada Ahad (9/1/2022) di Almaty, kota terbesar di Kazakhstan, menurut stasiun TV Rusia Mir-24. Tetapi tidak jelas apakah itu tembakan peringatan oleh penegak hukum atau bukan.

Presiden Tokayev mengatakan bahwa dia telah mengizinkan perintah bagi polisi dan militer untuk memulihkan ketertiban. Demonstrasi, di bagian barat Kazakhstan, dimulai pada 2 Januari akibat protes kenaikan tajam harga bahan bakar.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyebut perintah Tokayev sebagai “sesuatu yang ia tolak dengan tegas. Sebelumnya presiden mengizinkan aparat menembak siapa yang terlibat atau dalang dari kerusuhan.

“Perintah tembak-menembak, sejauh itu ada, salah dan harus dibatalkan,” kata Blinken di acara ABC “This Week”, dikutip dari Miami Herald, Senin (10/1/2022).

  • Bagikan