BBM Subsidi Dipangkas, Pemprov Sulsel dan Pertamina Minta Masyarakat Bersabar

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Usai kuota subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium Sulsel dipangkas, kini Pertamina dan Pemprov meminta masyarakat bersabar. Pasalnya premium sudah langka karena dipangkas, masyarakat harus bersabar untuk hanya dilayani dengan pertalite.

Kini pemprov dan pertamina masih menunggu peraturan menteri (permen) tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual BBM. Permen itu merupakan turunan yang akan mengatur secara teknis dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2021.

“Kita masih menunggu peraturan menteri sebagai petunjuk teknis dari peraturan presiden nomor 117 tentang pendistribusian BBM. Jadi kami harapkan masyarakat untuk tidak larut dengan suasana,” kata Senior Supervisor Communication Relations Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan, Senin, 10 Januari.

Taufiq mengaku pihaknya mengaku telah bertemu dengan Pemprov Sulsel dan sepakat untuk satu suara yakni menunggu permen. Permen itu nantinya akan mengatur soal harga, dan teknis penyalurannya. “Dalam pertemuan (kemarin) disepakati pemprov dan pertamina satu suara menyampaikan ke masyarakat bahwa masih menunggu peraturan teknis dari kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan, ESDM, dan BUMN,” ujarnya.

Jika dilihat dari Perpres tersebut, tidak lagi menyebut produk atau jenis BBM yang akan didistribusikan. Tetapi yang didistribusikan adalah jenis BBM khusus penugasan (JBKP).

“JBKP nanti ini produknya beragam tetapi pemerintah tetap mensubsidi ron 88 yang menjadi komponen pembentuk pertalite, jadi sesuai dengan perpres tersebut yang akan diedarkan ke masyarakat itu adalah pertalite,” katanya.

  • Bagikan