Sepanjang 2021, 30 Persen Kematian Covid-19 di Singapura Merupakan Individu yang Sudah Vaksin Lengkap

  • Bagikan
Petugas Makam merawat makam pasien Covid - 19 yang baru dimakamkan berapa hari terakhir di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Jumat (17/7/2020). Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah sebanyak 1.462 orang pada Jumat (17/7), sehingga total menjadi 83.130 orang. Dari jumlah tersebut, 41.834 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 3.957 orang meninggal dunia. SP/Joanito De Saojoao.

FAJAR.CO.ID, SINGAPURA — Singapura mencatat 30 persen kematian Covid-19 sepanjang tahun 2021 merupakan individu yang sudah divaksinasi penuh. Sebanyak 802 kematian sepanjang 2021 akibat virus Korona, 247 di antaranya adalah yang telah divaksinasi penuh.

Menteri Kesehatan Singaoura, Ong Ye Kung mengatakan sebagian besar individu yang divaksinasi, meninggal karena komplikasi terkait Covid-19. Mereka telah menerima vaksin non-mRNA.

Ong memberikan penjelasan berdasarkan jenis vaksinasi. Terdiri dari 11 kematian per 100 ribu untuk mereka yang divaksinasi dengan Sinovac, 7,8 per 100 ribu untuk Sinopharm, 6,2 per 100 ribu untuk Pfizer-BioNTech, dan 1 per 100 ribu untuk Moderna.

“Hati-hati tentunya, kami menghitung ini berdasarkan sampel kecil dari 247 kematian. Angka ini tidak memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kematian seperti usia dan waktu vaksinasi,” seperti laporan Channel News Asia mengutip Ong seperti dilansir NDTV.

Sisanya, 555 orang yang meninggal akibat Covid-19 tahun lalu tidak sepenuhnya divaksinasi. “Meski yang tidak divaksinasi mewakili sebagian kecil dari populasi Singapura, kematian itu menyumbang 70 persen dari total kematian Covid-19 tahun lalu,” kata Ong.

Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura telah berhasil memvaksinasi lebih dari 90 persen dari setiap kelompok usia yang memenuhi syarat selama beberapa bulan terakhir. Lansia berusia 60 hingga 69 tahun, dan 70 tahun ke atas masing-masing 96 persen dan 95 persen telah divaksinasi lengkap.

  • Bagikan