Gatot Nurmantyo: Presidential Threshold 20 Persen Adalah Konspirasi Oligarki

  • Bagikan
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –- Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku gugatan ketentuan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) oleh pihaknya bukan merupakan masalah personal demi keuntungan pribadi.

Ia menyebut permohonan ini bukan masalah personal dirinya, tapi untuk kepentingan rakyat Indonesia keseluruhan.

“Karena rakyat berhak mendapatkan pemimpin terbaik yang betul-betul berasal dari aspirasi bawah, tidak ditentukan segelintir orang,” kata Gatot.

Menurutnya, dengan penghapusan presidential threshold, demokrasi Indonesia akan menjadi lebih baik karena tidak ada batasan dalam pencalonan presiden dan wakil presiden.

Dia juga menilai selama ini sistem demokrasi yang dianut Indonesia tidak sehat karena dimiliki partai politik penguasa pemenang pemilu.

“Saya menilai bahwa presidential threshold 20 persen adalah konspirasi jahat dari para oligarki untuk membajak ketentuan konstitusional terutama dalam prinsip pemilihan presiden, yang kita tahu bahwa pilpres terakhir hanya ada 2 calon,” kata Gatot.

“Saya lihat itu adalah oligarki untuk menghilangkan persaingan dan hanya menentukan dua calon saja yang kebetulan hanya itu-itu saja yang bertanding di pilpres 2014 dan 2019,” sambungnya.

Presidential threshold juga dinilai menghapus kemewahan yang dimiliki rakyat Indonesia untuk bebas memilih pemimpin yang diinginkan. Padahal menurut Gatot, rakyat punya hak untuk memilih presiden dan wakil presiden di luar kandidat yang dicalonkan dalam pemilu.

  • Bagikan