Istana Tegaskan Jokowi Tolak 3 Periode, Demokrat: Opini Itu Datang dari Pengusaha Cukong Politik

  • Bagikan
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman (foto: dok DPR)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wacana mendorong perpanjangan masa jabatan presiden jadi tiga periode masih terus bergulir.

Kendati demikian, wacana tersebut langsung dibantah pihak istana. Deputi V Kantor Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menegaskan bahwa sejak awal Presiden Joko Widodo menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Penegasan pihak istana itu ikut direspons Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman.

Politisi asal Nusa Tenggara Timur itu menduga selama ini opini presiden 3 periode dihembuskan oleh mereka yang berada di balik kekuasaan.

Terutama mereka yang mendapat keuntungan dari rezim saat ini. Salah satunya pengusaha yang selama ini jadi cukong politik.

“Jika benar tidak berminat, tekanan opini 3 periode utk Bpk Jokowi itu ditengarai datang dari pengusaha2 yg jadi cukong politik dan tidak ingin kehilangan momentum utk terus menumpuk kuasa dan harta. Kita kawal Bpk Jokowi tolak 3 periode,” katanya di akun Twitter @BennyHarmanID dikutip Fajar.co.id, Rabu (12/1/2022).

Sebelumnya, Deputi V Kantor Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menegaskan Jokowi berkomitmen menjaga aturan terkait penyelenggaran Pemilu berjalan sesuai ketentuan.

“Presiden Jokowi menegaskan tidak berminat menjadi Presiden tiga periode. Presiden patuh pada konstitusi,” demikian keterangan Jaleswari, Selasa (11/1/2022).

Lebih lanjut, Jaleswari menjelaskan bahwa sesuai konstitusi amanatnya adalah seorang presiden dapat dipilih kembali paling banyak satu kali masa jabatan. Aturan itu termaktub dalam UUD 1945 pasal tujuh.

  • Bagikan