Minta Masyarakat Waspada, Luhut Sebut Puncak penyebaran Omicron terjadi di Awal Februari

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut puncak penyebaran varian Omicron di Indonesia ada di awal Februari.

Luhut menyebut Omicron mencapai puncak penyebaran dalam waktu 40 hari dari awal masuk.

“Dari hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, puncak varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta,” ucap Luhut pada siaran pers yang diterima fajar.co.id, Rabu (12/1/2021).

“Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari. Sebagian besar kasus yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan, sehingga nanti strateginya juga akan berbeda dengan varian Delta,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menyebut saat ini kasus Corona varian Omicron telah teridentifikasi di 150 negara.

Tidak menutup kemungkinan varian Omicron akan menimbulkan gelombang baru, termasuk di Indonesia. Ia pun meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tidak panik.

“Saat ini, Omicron telah teridentifikasi di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di berbagai negara dunia. Indonesia bukan tidak mungkin dapat mengalami hal yang sama. Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada,” lanjutnya.

Luhut memaparkan per kemarin ada tambahan 802 kasus COVID-19, yang jumlah setengahnya disumbangkan oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

  • Bagikan