Dalami Dugaan Suap di Musi Banyuasin, KPK Panggil Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin

  • Bagikan
Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tahun anggaran 2021. Tim penyidik lembaga antirasuah memanggil, mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin untuk diminta keterangannya dalam kasus ini.

“Pemeriksaan dilakukan di Satbrimobda Sumatra Selatan,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (13/1).

KPK juga memanggil lima pihak lainnya untuk mendalami perkara ini. Mereka yakni mahasiswa, Erlin Rose Diah Arista; wiraswasta, Yuswanto; Komisaris PT Perdana Abadi Perkasa, Sandi Swardi; Pengacara, Soesilo Aribowo; dan ibu rumah tangga, Erini Mutia Yufada.

KPK telah menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin yang merupakan anak Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur di Musi Banyuasin. Selain Dodi, KPK juga menetapkan Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori.

KPK juga menetapkan dua tersangka lain dalam kasus ini. Keduanya yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Musi Banyuasin Eddi Umari dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Dodi diduga dijanjikan fee sebesar Rp 2,6 miliar dalam pengerjaan empat proyek infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin senilai Rp 19,89 miliar. Komitmen fee yang sudah terealisasi sebesar Rp 1,77 miliar.

  • Bagikan