Ditahan dalam Kasus Ujaran Kebencian, Ferdinand Hutahaean Berencana Ajukan Penangguhan Penahanan

  • Bagikan
Ferdinand Hutahaean saat tiba di Bareskrim Polri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, Ferdinand Hutahaean belum mengajukan penangguhan penahanan. Ferdinand sejauh ini masih berkoordinasi dengan pihak keluarga sebagai penjamin.

“Sampai sekarang masih kami pertimbangkan menyangkut dengan perlu kami bicarakan semua keluarga, siapa sebagai penjamin. Karena sampai sekarang kelurga perlu membutuhkan ketenangan,” kata Kuasa hukum Ferdinand Hutahaean, Ronny Hutahaean saat dihubungi, Kamis (13/1).

Kendati demikian, Ferdinand dipastikan akan mengajukan penangguhan penahanan. Nantinya pihak keluarga yang akan menjadi penjamin.

“Mungkin minggu ini akan kami ajukan, tetapi sampai saat ini kami masih dalam memperisapkan masalah penangguhan penahanan,” jelas Ronny.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri resmi menetapkan politikus Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Penetapan tersangka diputuskan usai penyidik melakukan gelar perkara.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik juga telah meminta keterangan 17 saksi, serta 21 saksi ahli. Ferdinand juga telah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dan tersangka.

“Setelah dilakukan gelar perkara, tim penyidik Ditsiber telah mendapatkan 2 alat bukti sesuai dengan Pasal 184 KUHAP sehingga menaikan status saudara FH dari saksi menjadi tersangka,” kat Ramadhan kepada wartawan, Selasa (11/1).

Penyidik juga memutuskan mengenakan penahanan kepada Ferdinand. Dia akan ditahan 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Bareskrim Polri.

  • Bagikan