Kemenkes Prediksi Puncak Kasus Varian Omicron pada Bulan Februari hingga Maret

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan RI memprediksi puncak kasus Corona varian  Omicron di Indonesia terjadi pada bulan Februari hingga Maret mendatang.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi mengungkap kasus harian bisa menembus 50 ribu hingga 70 ribu kasus.

“Puncak kasus sekitar minggu pertama atau minggu kedua Februari. Kalau kita lihat tidak akan sampai prediksi IHME di atas 300 ribu kasus,” ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menyebut puncak penyebaran varian Omicron di Indonesia ada di awal Februari.

Luhut menyebut Omicron mencapai puncak penyebaran dalam waktu 40 hari dari awal masuk.

“Dari hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, puncak varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta,” ucap Luhut pada siaran pers yang diterima fajar.co.id, Rabu (12/1/2021).

“Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari. Sebagian besar kasus yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan, sehingga nanti strateginya juga akan berbeda dengan varian Delta,” lanjutnya. (zaki/fajar)

  • Bagikan