Potensi Gelombang Tinggi di Perairan NTT, BMKG Peringatkan Kapal Penumpang dan Kapal Nelayan

  • Bagikan
ILUSTRASI: Gelombang tinggi (Reza Mangantar/Manado Post/Jawa Pos Group)

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih harus waspada dalam kondisi cuaca ekstrem seperti yang terjadi belakangan ini. Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kapal penumpang dan kapal nelayan agar mewaspadai gelombang tinggi pada sekitar lima wilayah perairan di NTT.

Kelima wilayah perairan itu yakni perairan utara Pulau Flores, Laut Sawu bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantar, dan perairan selatan Kupang-Rote.

“Gelombang berketinggian 2,5-4 meter berpotensi melanda beberapa wilayah perairan itu sehingga berisiko tinggi terhadap kapal nelayan maupun kapal ferry,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang BMKG Syaeful Hadi di Kupang, Rabu (12/1).

Ia menjelaskan, kondisi gelombang tinggi tersebut diperkirakan berlangsung selama 13-15 Januari 2022. Selain itu, Syaeful menyebutkan, ancaman gelombang sangat tinggi berkisar 4-5 meter juga terjadi di wilayah selatan NTT yaitu Samudera Hindia di selatan Sumba-Sabu dan selatan Kupang-Rote.

Gelombang laut di wilayah selatan ini berisiko tinggi terhadap kapal berukuran besar seperti kapal kargo, kapal pesiar. Syaful mengimbau agar operator kapal angkutan penumpang atau barang serta kapal nelayan agar mewaspadai ancaman gelombang tinggi tersebut.

Gelombang maksimum bisa mencapai dua kali dari tinggi gelombang yang ada, katanya.

Ia menambahkan terkait kondisi sinoptik angin di NTT bahwa umumnya angin bertiup dari arah selatan ke barat dengan kecepatan 2-8 Skala Beaufort. (ant/jpnn/fajar)

  • Bagikan