Singapura Klaim Efektivitas Vaksin Moderna Terbukti Mengurangi Kasus Kematian akibat Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi vaksin Covid-19

FAJAR.CO.ID, SINGAPURA — Singapura melaporkan efektivitas vaksin Moderna yang terbukti mengurangi kasus kematian akibat Covid-19. Bagi mereka yang divaksin Moderna, terbukti paling sedikit mengalami kematian akibat Covid-19.

Justru angka kematian paling banyak di antara mereka yang menerima vaksin Sinovac Biontech Ltd. Data ini memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana efikasi sejumlah vaksin bertahan di dunia nyata.

“Dari 802 orang yang meninggal karena Covid-19 sepanjang 2021, 555 atau sekitar 70 persen belum sepenuhnya divaksinasi,” kata Menteri kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, seperti dilansir Fortune.

Singapura menemukan 11 kematian per 100.000 di antara orang yang menerima suntikan Sinovac dan 7,8 kematian di antara mereka yang menggunakan Sinopharm. Jumlah ini turun menjadi 6,2 kematian bagi mereka yang mendapat suntikan mRNA dari Pfizer-BioNTech dan hanya 1 kematian pada mereka yang diberi vaksin dari Moderna.

Singapura sebagian besar mengandalkan vaksin mRNA yang dibuat oleh Moderna dan Pfizer-BioNTech untuk mengatasi lonjakan virus yang disebabkan oleh varian Delta tahun lalu. “Sekitar 87 persen dari total populasi telah divaksinasi penuh per 8 Januari,” menurut data Kementerian Kesehatan Singapura.

Ong menegaskan bahwa strategi utama tetap hidup dengan Covid-19, termasuk tidak mengunci perbatasan negara. Singapura akan merespons secara fleksibel dan tepat terhadap dinamika yang mungkin terjadi dalam situasi pandemi.

  • Bagikan