Tarif KRL Bakal Naik Lagi, Jubir Muda PAN Ingatkan Soal Pandemi dan UMP

  • Bagikan
Ilustrasi KRLcommuter line

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menaikkan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.Usulan itu sedang dibahas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Tarif yang akan naik adalah tarif dasar sejauh 25 kilometer (km) untuk tarif KRL. Bila awalnya tarif KRL untuk 25 km pertama hanya Rp 3.000, rencananya dinaikkan menjadi Rp 5.000, atau tepatnya naik Rp 2.000.

Kenaikan tarif itu mendapat respons dari Juru Bicara Muda PAN, Dimas Prakoso Akbar. Dirinya berharap pemerintah memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat.Terlebih pengguna KRL adalah pelaku ekonomi di sektor riil.

“Pemerintah jangan terburu-buru menetapkan kenaikan tarif KRL. Harus mempertimbangkan berbagai aspek terutama perekonomian masyarakat yang belum pulih akibat pandemi dan kenaikan UMP tidak signifikan,” tulisnya di akun Twitternya, Jumat (14/1/2022).

Dirinya meminta Kementerian Perhubungan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sebelum mengambil keputusan soal tarif KRL.

“Setiap kebijakan harus selaras dengan lembaga lainnya. Pemerintah daerah & kementerian lainnya berupaya menekan emisi dengan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. Jangan bikin bingung masyarakat, disuruh pakai transportasi publik tapi tarifnya dinaikkan,” pungkasnya. (msn/fajar)

  • Bagikan