Ikatan Aktivis 98 Sebut Anak Presiden Tak Boleh Disentuh: Helmi Felis: Ngaco Ini!

  • Bagikan
Pelapor Immanuel Ebenezer saat memberi keterangan seusai melaporkan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya pada Jumat (14/1). Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat medai sosial, Helmi Felis menanggapi pernyataan perwakilan Ikatan Aktivis 98, Immanuel Ebenezer yang menyebut anak presiden tidak boleh disentuh.

Sebelumnya, Ikatan Aktivis 98 melaporkan dosen UNJ, Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Hal tersebut usai Ubedillah melaporkan dua anak Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK atas dugaan korupsi.

“Iya kami akan cabut laporannya. Ubedilah kawan saya juga, sama-sama aktivis 1998,” kata Immanuel di depan Gedung SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (14/1).

Ketua kelompok sukarelawan Jokowi Mania itu mengungkap alasan melaporkan Ubedilah ke polisi.

Dia beralasan agar tidak menjadi preseden buruk kepada masyarakat ketika seorang dosen melecehkan terhadap anak kepala negara.

Menanggapi hal tersebut, Helmi Felis menyebut jika Immanuel Ebenezer ngaco.

“Ngaco ini, anak Presiden justru harus terus dipantau karena dia yang paling berpotensi untuk KKN,” ucap Helmi dilansir fajar.co.id dari twitter pribadinya, Sabtu (15/1/2022).

Ia pun melanjutkan jika dalam konstitusi hanya ada dua orang yang tidak dapat di pidana, yaitu Presiden dan Wakil Presiden.

“Konstitusi hanya mengamanatkan 2 yang tidak bisa dipidana, 1. Presiden, 2. Wakil. Namun mereka berdua bisa disidik dan dituntut lewat Hak Menyatakan Pendapat oleh rakyat lewat DPR,” lanjut Helmi. (zaki/fajar)

  • Bagikan