Ibu Kota Negara Baru Tak Akan Dipimpin Seorang Gubernur

  • Bagikan
Ilustrasi gagasan desain Nagara Rimba Nusa pemenang terbaik pertama Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Baru Negara atau IKN oleh Kementerian PUPR. (Aji Cakti/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ibu Kota Negara (IKN) baru nanti tidak akan dipimpin oleh seorang Gubernur. IKN Baru nanti bakal dipimpin oleh kepala otorita.

Hal tersebut disampaikann oleh, Wakil Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (Pansus RUU IKN) DPR Saan Mustopa.

Saan menyebut Kepala Otorita nantinya akan menyelenggarakan pemerintahan di daerah khusus tersebut.

“Nah, otorita itu penyelenggara pemerintahan daerah khusus ibu kota negara. Nanti siapa yang memimpin, yaitu kepala otorita, bukan gubernur,” kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (17/1/22).

Kendati demikian, Saan menambahkan jika Otorita nantinya masih tetap setingkat dengan Gubernur, hanya penyebutan saja yang berbeda.

“Jadi tadi sepakat setingkat provinsi, pemerintah daerah khusus di sana itu setingkat provinsi, lalu penyelenggara pemerintahan namanya otorita yang memimpinnya adalah kepala otorita. Kalau enggak cukup nanti ada wakil kepala otorita,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengaku Presiden Jokowi sudah memberi nama ‘Nusantara’ bagi ibu kota negara baru tersebut.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menuturkan, sebenarnya nama ibu kota negara baru tersebut akan dikirimkan berbarengan dengan Surat Presiden (Surpres) tentang Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) pada 29 September 2021 lalu.

Namun mendadak nama ibu kota baru itu batal untuk diserahkan ke DPR berbarengan dengan Surpres.

  • Bagikan