Kasus Omicron Meningkat, Kemenag Evaluasi Kembali Pemberangkatan Umrah

  • Bagikan
JAGA JARAK LAGI: Jemaah umrah melaksanakan salat di Masjidilharam dengan saf renggang. Otoritas Saudi memberlakukan kembali social distancing setelah kasus Covid-19 di sana melonjak. (AFP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Keberangkatan jamaah umrah Indonesia telah berlangsung pada 8 Januari lalu. Dalam pelaksanaan ibadah umrah ini, Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan tersebut.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menuturkan, setelah sepekan pemberangkatan umrah dengan skema One Gate Policy (OGP), sudah waktunya kebijakan perlu untuk dievaluasi, termasuk dengan mempertimbangkan perkembangan virus Omicron yang di Indonesia dan Arab Saudi.

“Kami akan mengkaji konsep OGP secara menyeluruh dengan melihat perkembangan yang terjadi, di saat virus Omicron makin berkembang di beberapa negara, termasuk Indonesia dan Arab Saudi. Jadi kita akan melakukan evaluasi komprehensif dalam rangka evaluasi keberangkatan kemarin,” kata dia dikutip, Senin (17/1).

Ditjen PHU, kata dia akan terus memfasilitasi layanan kepada jamaah umrah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Namun, karena penyelenggaraan umrah menggunakan skema business to business (B2B) dan dikelola swasta, Hilman mengajak PPIU untuk mempertimbangkan perkembangan kondisi pandemi.

“Ditjen PHU tidak bisa ikut mengatur lebih jauh karena ini B2B. PPIU bisa langsung ajukan visa ke Arab Saudi melalui vendor. Jika memenuhi syarat maka bisa berangkat,” jelas Hilman.

“Namun, selain saat keberangkatan, dalam kondisi pandemi, skema mitigasi kepulangan jamaah juga harus diperhatikan. Ini yang akan kita evaluasi secara menyeluruh bersama kementerian atau lembaga terkait dan juga PPIU,” tandas dia.

  • Bagikan