Kemenag Pastikan Umrah Jalan Terus, Pemberangkatan Satu Pintu

  • Bagikan
JAGA JARAK: Pelaksanaan tawaf dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Layanan visa umrah yang dibuka akhir Oktober lalu saat ini ditutup kembali. (DOKUMENTASI AMPHURRI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan, tidak ada penghentian pengiriman jemaah umrah. Hanya, rencana membuka akses pemberangkatan umrah secara lebih luas ditunda dahulu.

Dengan demikian, pemberangkatan masih memberlakukan sistem satu pintu atau one gate policy (OGP).

Kepastian tersebut disampaikan Yaqut dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di Jakarta kemarin (17/1).

”Terkait dengan umrah yang kabarnya dihentikan, sebenarnya begini. Tidak ada pemberhentian umrah,” tegasnya.

Yaqut menjelaskan, telah terjadi salah tangkap informasi. Dia meluruskan bahwa awalnya yang akan dihentikan adalah kebijakan pemberangkatan umrah satu pintu melalui karantina di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Semula sistem tersebut akan dijalankan sampai pemberangkatan kloter keempat. Setelah itu pemberangkatan umrah tidak lagi terpusat dari Asrama Haji Jakarta.

Namun, karena kasus varian Omicron masih tinggi, Yaqut menegaskan bahwa pemberangkatan umrah masih menggunakan sistem satu pintu.

”Jangan kemudian di masing-masing daerah bisa terbang sendiri-sendiri,” tuturnya.

Yaqut mengatakan, tidak ada yang boleh menahan orang untuk pergi ke luar negeri. Termasuk dalam pelaksanaan ibadah umrah. Selama sudah mengantongi visa umrah, seseorang berhak untuk berangkat. Pemerintah Indonesia sebatas memberikan pengaturan-pengaturan.

Dia menegaskan, tidak ada satu pun undang-undang yang boleh melarang warga negaranya pergi ke luar negeri. Sepanjang sudah mendapatkan visa dan tidak terkena masalah hukum seperti pencekalan.

  • Bagikan