Surat Ferdinand dari Penjara: Saya Khilaf, Mohon Bimbingan Agar Lebih Baik dalam Beragama

  • Bagikan
Ferdinand Hutahaean. Foto: JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Di dalam penjara Ferdinand Hutahaean yang tersangka kasus ujaran kebencian berbau SARA menuliskan surat permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa dirugikan atas ucapannya.

Isi surat mantan politisi partai Demokrat itu sangat menyentuh dan bikin haru.

Pengacara Ferdinand, Rony Hutaen mengatakan, surat tersebut untuk disampaikan kepada, tokoh agama, politik dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Beliau menulis surat itu untuk disampaikan kepada awak media yang isinya permintaan maaf dari klien kami,” kata Rony dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (17/1/2021).

Rony menyebutkan, melaui surat tersebut Ferdinand Hutaen berharap masyarakat memaafkan atas ucapannya Allahmu lemah.

“Beliau sangat berharap, semua elemen masyarakat memaafkan apa yang telah dia lakukan,” ungkapanya.

Berikut isi surat Ferdinand Hutahaean:

Kepada yth. Seluruh masyarakat warga negara Indonesia, para pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan segenap warga yang saya cintai di manapun berada Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum wr wb

Perkenankan lah saya Ferdinand Hutahaean.

Pertama sekali dengan segala kerendahan hati memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan saya dalam berkata secara khusus dalam cuitan saya yang telah menyinggung perasaan sahabat, saudara, dan siapapun yang merasa tersinggung dan tersakiti atas tutur kata saya dalam cuitan saya.

Saya dengan rendah hati memohon dimaafkan karena saya tidak ada niat untuk menyinggung atau menyerang pihak mana pun.

  • Bagikan