Nasib Guru Honorer Terkatung-katung Malah Bangun IKN Baru, Legislator PKS: Miris Sekali!

  • Bagikan
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali mengkritisi kebijakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke Kalimantan.

Besar anggaran pemindahan IKN yang mencapat 500 triliun Rupiah menjadi alasan.

Padahal, ada ribuan guru honorer yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun namun belum mendapatkan kepastian nasib kesejahteraannya.

“Miris sekali, ribuan guru honorer masih terkatung-katung nasibnya. Tahun berganti tahun, namun kesejahteraan dan kepastian status ketenagakerjaan mereka masih terabaikan. Sementara Pemerintah malah sibuk mengedepankan nafsu memindahkan ibukota sesegera mungkin. Sangat memprihatinkan,” Kritik Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah dilansir dari situs resmi PKS, Kamis (20/1/2022).

Persoalan guru honorer, kata Ledia, ibarat sebuah drama berseri yang tak kunjung usai. Bertahun-tahun persoalan guru honorer baik di sekolah negeri maupun swasta terus mendulang isu pedih dan kritik.

“Secara kesejahteraan nasib mereka amat memprihatinkan karena hanya mendapat kisaran gaji puluhan hingga ratusan ribu rupiah per bulan. Karena itu para guru honor ini sangat mendambakan untuk diangkat menjadi PNS demi kejelasan status dan peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.

Namun, tambah Ledia, Pemerintah kemudian menghentikan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi guru mulai 2021. Sebagai gantinya Pemerintah meminta para guru honorer untuk mengikuti seleksi calon guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan