Tahun ini, OJK Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 6,5-8,5 Persen

  • Bagikan
Ilustrasi aktivitas perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin dana nasabah yang disimpan di perbankan Indonesia (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso optimistis kinerja industri jasa keuangan pada tahun ini akan semakin membaik.

Keyakinan ini melihat stabilitas sektor keuangan yang terjaga, kebijakan pengawasan yang solid serta laju perekonomian yang mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19.

“Kami memproyeksikan, 2022 kredit perbankan akan meningkat pada kisaran 7,5 persen plus minus 1 persen, 6,5 hingga 8,5 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh di rentang 10 persen plus minus 1 persen, 9 hingga 11 persen),” kata Wimboh secara virtual, Kamis (20/1).

OJK juga memperkirakan penghimpunan dana di pasar modal akan meningkat di kisaran Rp 125 triliun hingga Rp 175 triliun. Sedangkan piutang pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan juga akan tumbuh sekitar 12 persen plus minus 1 persen, di 11 hingga 13 persen.

Kemudian, aset perusahaan asuransi jiwa serta aset perusahaan asuransi umum dan reasuransi diperkirakan tumbuh 4,66 persen dan 3,14 persen. Sementara, pertumbuhan aset dana pensiun akan mencapai 6,47 persen.

Menurutnya, proyeksi optimistis itu didorong kondisi perekonomian dan sektor jasa keuangan yang terus membaik didukung keberhasilan penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. “Sistem keuangan Indonesia pun terjaga dengan baik yang terlihat dari indeks stabilitas sistem keuangan yang terkendali 2021,” imbuhnya.

  • Bagikan