Akui Sanksi Sosial Lebih Berat, Rachel Vennya: Gue Ikhlas Dibunuh Agar Kasusnya Selesai

  • Bagikan
Rachel Vennya

“Akhirnya gua jalani, gue datang ke panggilan pertama di Polda di situ gua memang agak kaget, bahkan gue enggak bisa jalan saking mereka mereka dempet banget. Di situ gua lumayan langsung panik, nangis,” sebutnya.

Apalagi, Rachel merasakan tiap kali selesai dari Polda dan menerobos kerumunan menuju mobilnya, ada saja kekerasan fisik yang diterimanya.

“Habis itu gua bilang sama diri gue sendiri, bisa-bisa, mungkin ini oknum mungkin cuma orang iseng. Tiap masuk ke Polda cubit, toyor dari belakang, kasih kata-kata kasar,” ujarnya.

Rachel mengakui biasanya langsung bereaksi ketika dirinya diperlakukan begitu. Namun, saat itu psikisnya sudah terlalu lemah untuk bereaksi.

“Pada saat itu gue mikir, sumpah kalau lu mau bunuh gue saat itu, lu mau tusuk gua saat itu, kayak gua ikhlas, kayak mendingan tusuk gua. Gua juga pengen semua selesai kok,” tukasnya.

Selepas itu, mantan istri Niko Al Hakim ini memilih menjalani hari-hari tanpa media sosial dan pemberitaan. Tapi itu hanya berjalan beberapa hari, sebab dia harus kembali kerja.

Dia menceritakan pengalaman saat meeting di salah satu restoran, dia melihat orang-orang bergunjing tentangnya.

“Saat mereka bisik-bisik, aku benar-benar enggak bisa fokus, aku malu anget, nunduk aja, enggak bisa negakin kepala sama sekli,” bebernya.

  • Bagikan