Dugaan Perbudakan Bupati Langkat Terbit Rencana Terungkap, Migrant CARE Beberkan Penemuan Kerangkeng Manusia

  • Bagikan
Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Migrant Care menemukan adanya dugaan perbudakan modern yang diduga dilakukan oleh Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Dugaan ini setelah menerima laporan, ditemukan kerangkeng manusia di rumah Terbit Rencana Perangin Angin.

“Berdasarkan laporan yang diterima Migrant CARE, di lahan belakang rumah Bupati tersebut, ditemukan ada kerangkeng manusia yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya mengalami eksploitasi, yang diduga kuat merupakan praktik perbudakan modern,” kata Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah dalam keterangannya, Senin (24/1).

Terbit Rencana kini telah menyandang status tersangka dugaan suap terkait proyek di Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kasus dugaan suap yang menjerat Terbit Rencana, membuka kota pandora atas dugaan kejahatan lain. Salah satunya, dugaan perbudakan modern terhadap pekerja perkebunan sawit.

Oleh karena itu, akan melaporkan temuan kerangkeng manusia dan dugaan perbudakan tersebut kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

“Atas laporan tersebut, Migrant Care akan membuat pengaduan ke Komnas HAM dan akan diterima oleh komisioner Komnas HAM Choirul Anam,” ujar Anis.

Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin telah menyandang status tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022. KPK menduga, Terbit Rencana Perangin Angin mematok fee 15 persen dari nilai proyek paket pekerjaan pada Dinas PUPR senilai Rp 4,3 miliar.

  • Bagikan