Sulsel Harus Belajar dari DKI, Kursi Wagub Jangan Terlalu Lama Lowong

  • Bagikan
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel telah menggelar rapat paripurna terkait pemberhentian Prof Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel, Senin (24/1/2022) kemarin.

Selanjutnya, sang wakil Andi Sudirman Sulaiman otomatis bakal naik kelas, dan giliran kursi Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel yang lowong.

Direktur Mitra Demokrasi Indonesia (MDI), Andi Taufiq Aris, menyampaikan pengisian jabatan Wagub Sulsel patut menjadi atensi.

Diharap tidak ada drama atau konflik yang membuat penetapan menjadi berlarut-larut. Lagi pula, akan lebih baik jika di sisa masa kepemimpinannya, Sudirman memiliki pendamping yang kapabel dan bisa diandalkan.

“Setelah paripurna pemberhentian Prof Nurdin Abdullah, selanjutnya menuju proses pendefinitifan Sudirman sebagai Gubernur Sulsel, yang artinya kursi Wagub Sulsel bakal lowong. Ini juga harus menjadi atensi, jangan sampai dibiarkan lowong terlalu lama,” kata Taufiq, Selasa (25/1/2022).

Ia menyebut Sulsel perlu mengambil pelajaran dari DKI Jakarta terkait pengisian jabatan Wagub. Banyaknya drama dan lika-liku membuat pengisian jabatan orang nomor dua di ibu kota negara itu berlarut-larut dan memakan waktu tahunan.

Sandiaga Uno diketahui mundur pada Agustus 2018, dan penggantinya yakni Ahmad Riza Patria baru ditetapkan pada April 2020.

“Sulsel harus belajar, ambil pelajaran dari DKI soal pengisian jabatan Wagub. Jangan dibiarkan berlarut-larut, kursi Wagub jangan dibiarkan terlalu lama lowong. Ya, mesti cepat diproses apalagi sisa masa kepemimpinan Sudirman tidak lama, dimana ada batas waktu pengajuan untuk Wagub,” paparnya.

  • Bagikan