Mulai Februari, Uni Eropa Tak Lagi Batasi Wisatawan Berdasarkan Asal Negara, Begini Aturan Terbarunya

  • Bagikan
Penyebaran virus corona belum mencapai puncaknya di Eropa/AFP

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mulai 1 Februari, Negara-negara Anggota Uni Eropa (UE) tidak akan lagi membatasi kedatangan wisatawan asing berdasarkan negara asal. Uni Eropa akan melakukan pembatasan wisatawan asing berdasarkan status dan situasi si wisatawan itu sendiri.

Dikutip dari schengenvisainfo.com, pada hari Selasa, 25 Januari, Dewan UE telah mengadopsi rekomendasi baru dalam upaya lain untuk memfasilitasi pergerakan bebas yang aman, yang memandu negara-negara anggota blok untuk mempertimbangkan status wisatawan.

“Ini berarti bahwa status vaksinasi, tes, atau pemulihan COVID-19 seorang wisatawan, sebagaimana dibuktikan oleh sertifikat COVID digital UE yang valid, harus menjadi penentu utama. Pendekatan berbasis orang secara substansial akan menyederhanakan aturan yang berlaku dan akan memberikan kejelasan dan prediktabilitas tambahan kepada para wisatawan, ” catatan Dewan dalam siaran pers yang mengumumkan rekomendasi tersebut.

Rekomendasi tersebut mulai berlaku Selasa depan, pada 1 Februari, pada hari yang sama ketika negara anggota Uni Eropa mempersingkat validitas sertifikat vaksinasi menjadi paling lama 270 hari, sementara beberapa negara anggota bahkan makin mempersingkat.

Menurut keputusan Dewan hari ini, semua pembatasan pergerakan bebas harus dicabut untuk wisatawan yang memegang sertifikat COVID digital UE yang membuktikan bahwa hal yang sama telah divaksinasi dengan setidaknya dua vaksin COVID-19 dalam 270 hari terakhir, sertifikat pemulihan dari COVID-19 dikeluarkan dalam 180 hari terakhir, atau hasil negatif dari tes yang diambil dalam 72 jam terakhir jika PCR atau 24 jam terakhir jika tes antigen cepat.

  • Bagikan