Usai Dipecat Secara Tidak Hormat, Bripda Randy Tunggu Hukuman Kasus Aborsi

  • Bagikan
Bripda Randy Bagus Hari Sasongko

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bripda Randy Bagus Hari Sasongko menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Mapolda Jatim kemarin (27/1).

Seusai menjalani sidang yang tertutup untuk umum selama tiga jam, tersangka kasus aborsi terhadap Novia Widyasari Rahayu (almarhumah) itu akhirnya dipecat.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menyatakan, tersangka terbukti secara sah melanggar kode etik kepolisian.

Berdasar fakta persidangan, tidak ada unsur yang dianggap bisa membenarkan tindakannya.

“Diputus PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat, Red),” ujarnya setelah persidangan selesai.

Gatot memantau langsung jalannya sidang yang dipimpin AKBP Ronald Ardiyanto Purba itu.

Dari sudut pandangnya, hukuman tersebut memang wajar. Mengingat perbuatan tersangka sangat keterlaluan.

Gatot menambahkan, aborsi adalah tindakan ilegal. Randy sebagai polisi sudah pasti memahami. Namun, dia justru terlibat.

“Bahkan sampai berulang sesuai fakta persidangan,” ungkapnya.

Randy membeli obat penggugur kandungan dan meminta Novia, seorang mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang, asal Mojokerto, Jawa Timur, meminumnya.

Dia berdalih tidak bisa menikahinya karena masih baru menjadi polisi.

Randy dan Novia berpacaran mulai Oktober 2019 sampai Desember 2021.

Selama periode itu, Novia dua kali melakukan aborsi. Yang pertama Maret 2020 dan yang kedua Agustus 2021.

Novia secara tragis mengakhiri hidupnya. Perempuan 23 tahun itu menenggak racun di samping makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kabupaten Mojokerto, pada 2 Desember tahun lalu.

  • Bagikan